KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II BERDASARKAN LAMANYA SAKIT
DOI:
https://doi.org/10.36973/jkih.v10i2.430Kata Kunci:
Kecemasan, Lama Sakit, Diabetes Melitus Tipe IIAbstrak
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Seseorang yang mengalami penyakit diabetes melitus diharuskan menjalani beberapa pengobatan, perubahan pola hidup dan pengaturan konsumsi makanan. Perubahan dalam hidup dapat mengakibatkan penderita diabetes melitus menunjukkan reaksi psikologis yang negatif diantaranya adalah kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecemasan pada pasien diabetes melitus tipe II berdasarkan lamanya sakit.
Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe II yang dirawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Waled Kabupaten Cirebon pada tahun 2018 sebanyak 224 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 69 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dengan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sebagian responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 45 orang (55,2%) dan lebih dari sebagian responden menderita diabetes melitus tipe II ≤ 5 tahun sebanyak 41 orang (59,4%).
Diharapkan pasien diabetes melitus tipe II dapat meningkatkan kemampuannya dalam menurunkan tingkat kecemasannya dengan melakukan halhal yang positif, seperti mengikuti konseling mengenai diet untuk pasien diabetes melitus tipe II.
Unduhan
Referensi
K. M. C. F. &. C. I. A. Washington,“Washington,The 2019 WHO classification of tumours of the digestive system.,” Histopathology,vol. 76, no. 2, p. 182, 2020.
A. Ibrahim, “IDF Clinical Practice Recommendation on the Diabetic Foot: A guide for healthcare professionals,” Diabetes Research and clinical practice, pp. 285-287,2017.
K. K. RI, “Riskesdas 2018,” 2018.[Online]. [Diakses 12 Mei 2022].
D. K. Cirebon, “Profil Kesehatan Kabupaten Cirebon tahun 2016” Dinkes kabupaten cirebon, Cirebon, 2017.
G. Stuart, Peinciples and practice of psychiatric nursing,books.google.com, 2014.
R. Rahmatika, “Gambaran Kecemasan dan depresi pada klien Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD Solok Selatan,” UPT.Perpustakaan Unand, 2015.
H. A. Y. F. d. N. F. Faisal, “Lung diffusion capacity disorder in Indonesia patients with type 2 diabetes melitus and the related factor,” Journal of narutal science, biological and medicine, vol. 9, no.2, 2018.
D. Marisa, “Motivasi Pelaksanaan LAtihan RM Pada Pasien Stroke berdasarkan Dukungan Keluarga di Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon,” Jurnal Kesehatan Indra Husada, vol. 8, no. 1, pp. 97-103, 2020.
N. &. S. M. H. Isnaini, “Pengetahuan dan motivasi meningkatkan kepatuhan diet pasien DM tipe II,” MEDISAINS, vol. 15, no. 3, pp.136-141, 2017.
Y. Anggriani, “Clinical Outcomes Pengguna Antibiotik pada pasien infeksi Kaki diabetik,” 2015.[Online]. Available:
http://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk.view/27 . [Diakses 22 7 2022].
K. F. d. H. Y, Buku Ajar Keperawatan Jiwa, Jakarta: Salemba Medika,2010.
y. d. A. P. Permana, “Hubunganan antara lama sakit dengan tingkat stres pada pasein DM di Rumah Sakit Islam Surakarta,”Universitas Muhammadiyah Surakarta,Surakarta, 2017.
D. &. S. D. Triono, “Studi Komparasi Ankle Brachial Index (ABI) antara Penderita DM dengan Ulkus dan
non Ulkus,” 2019. [Online].Available: http://eprints.undip.ac.id/73559/. [Diakses 21 juli 2022].
P. (. E. Indonesia, “Konsesnsus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2,” 2015.[Online]. Available:
http://pbPERKENI.or.id/wpcontent/uploads/2019/01/4_konsesnsusPengelolaan-dan-pencegahanDiabetes-melitutipe-2diIndonesiaPERKENI-2015.pdf. [Diakses 2 Agustus 2022].



