HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN HARGA DIRI (SELF ESTEEM) PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH EKS KAWEDANAN INDRAMAYU

Penulis

  • Dedeh Husnaniyah Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu

DOI:

https://doi.org/10.36973/jkih.v5i1.26

Kata Kunci:

Dukungan Keluarga, Harga Diri, Tuberkulosis Paru

Abstrak

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Dampak TB Paru adalah penurunan daya tahan tubuh, kelemahan fisik, merugikan secara ekonomis dan dapat mengakibatkan isolasi sosial. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi harga diri penderita TB Paru. Perubahan harga diri pada penderita TB Paru dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan, sehingga dibutuhkan adanya dukungan keluarga. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan keluarga terhadap harga diri penderita TB Paru di Wilayah Puskesmas Eks Kawedanan Indramayu tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik total sampling sebayak 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita TB Paru yang memiliki harga diri tinggi sebanyak 23 responden (51,1%) dan yang memiliki harga diri rendah sebanyak 22 responden (48,9%), penderita TB Paru yang mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 26 responden (57,8 %) dan yang tidak mendapatkandukungan keluarga sebanyak 19 (42,2 %). Responden yang mendapatkan dukungan keluarga lebih banyak yang memiliki harga diri tinggi dibandingkan dengan responden yang tidak mendapatkan dukungan keluarga yaitu 69,6% dengan nilai p value = 0,047 (< 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungandukungan keluarga denganharga diri penderita TB Paru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemegang program TB untuk memberikan konseling terkait pentingnya dukungan keluarga bagi penderita TB Paru.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Dedeh Husnaniyah, Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu

Program Studi Ilmu Keperawatan dan Sekretaris Prodi Ilmu Keperawatan

Referensi

Aditama, T. Y. (2005). Tuberkulosis dan Kemiskinan. Majalah Kedokteran Indonesia, Vol. 55, No. 2, Februari : Jakarta.
Aryal, S., Badhu, A., Pandey, S., Bhandari, A., Khatiwoda, P., Khatiwada, P., & Giri, A. (2012). Stigma related to tuberculosis among patients attending DOTS clinics of Dharan municipality. Kathmandu University Medical Journal, 10(1), 40-43.
Depkes RI. (2007). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Bakti Husada.
Herabadi, A. G. (2007). Hubungan antara Kebiasaan Berpikir Negatif tentang Tubuh dengan Body Esteem dan Harga Diri. Jurnal MakaraSosial Humaniora, 11 (1). Diakses 15 April 2015, journal.ui.ac.id/humanities/article/view/42/38.
Hutapea, T. (2009). Pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Jurnal Respirologi Indonesia [serial on the internet], 29(2).
Keliat, B. A., & Akemat. (2009). Model Praktik Keperawatan Professional Jiwa. Jakarta : EGC.
Lubis., N. L., (2009). Depresi Tinjauan Psikologis. Jakarta : Kencana.
Mahpudin, A. H., & Mahkota, R. (2007). Faktor Lingkungan Fisik Rumah, Respon Biologis dan Kejadian TBC Paru di Indonesia. Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 1(4).
Manalu, H. S. P. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru dan upaya penanggulangannya. Jurnal Ekologi Kesehatan, 9(4 Des).
Mansjoer A.,dkk. (2002). KapitaSelektaKedokteranJilid I. Jakarta :Media Aesculaplus.
Moksnes, U. K., Moljord, I. E., Espnes, G. A., & Byrne, D. G. (2010). The association between stress and emotional states in adolescents: The role of gender and self-esteem. Personality and Individual Differences, 49(5), 430-435.
Mubarak & Chayatin. (2008). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: Teori & Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC
Naga, S. S. (2012). Ilmu Penyakit Dalam. Yogyakarta : Diva Press.
Polit, D.F & Beck, C.T. (2004). Nursing Research : Principles and Methods, 7th edition, Lippincott William & Wilkins. A Wolters Kluwer Company. Philadelpia.
Potter, P. A. & Perry, A. G. (2005). Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik. Volume 1. Edisi 4. Jakarta : EGC.
Sarafino, E.P. (2006). Health Psychologi: Biopsychososial Interactions (Vol.5). New York : John Wiley & Sons.
Stuart & Sundeen. (2009). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.
Sudoyo, A. W. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Jilid 1 Edisi VI. Jakarta : FKUI.
Syafrudin (2011). Himpunan Penyuluhan Kesehatan Penyakit Tuberculosis. Trans Info Media. Jakarta.
Van Zyl, J. D., Cronje, E. M., & Payze, C. (2006). Low self-esteem of psychotherapy patients: A qualitative inquiry. The Qualitative Report, 11(1), 182-208.
WHO. (2014). Global Tuberculosis Report 2014. World Health Organization.
Yuliana, S., Nauli, F. A. & Novayelinda (2014). Hubungan antara harga diri dengan perilaku Pada penderita tuberculosis (tb) paru. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Ilmu Keperawatan, 1(1), 1-7.

Unduhan

Diterbitkan

2017-01-06

Cara Mengutip

Husnaniyah, D. (2017). HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN HARGA DIRI (SELF ESTEEM) PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH EKS KAWEDANAN INDRAMAYU. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 5(1), 32–39. https://doi.org/10.36973/jkih.v5i1.26

Terbitan

Bagian

Artikel