FAKTOR RISIKO KECELAKAAN KERJA NELAYAN

Penulis

  • Idham Latif STIKes Indramayu
  • Rudiansyah - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu
  • Depi Yulyanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indramayu

DOI:

https://doi.org/10.36973/jkih.v8i1.221

Kata Kunci:

kecelakaan kerja, unsafety action, unsafety condition, pantura

Abstrak

Dalam menjalankan kegiatan melaut, nelayan kerapkali berhadapan dengan risiko kecelakaan kerja. Secara umum, dua faktor penyebab kecelakaan yaitu  tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman. Aktifitas kerja nelayan Pantura Indramayu, tidak luput dari risiko kecelakaan kerja. Dari tahun 2013 sampai Juni 2014 di pelabuhan Karangsong Indramayu tercatat 29 kasus kecelakaan dengan korban 39 hilang/meninggal dunia. Studi dilakukan guna menganalisis faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja nelayan Pantura. Populasi penelitian adalah nelayan Pantura, dengan jumlah sampel kasus dan control sebanyak 116. Variabel terikat adalah kejadian kecelakaan, varibel bebas terdiri dari action dan condition. Desain studi kasus kontrol dengan alat pengumpul data kuesioner. Analisis dengan uji statistic regresi linier ganda. Hasil studi diperoleh terdapat hubungan yang bermakna (α=5%) antara unsafety action dengan kecelakaan kerja (p=0,000) dengan odds ratio 8,25. Beberapa factor risiko unsafety action setelah menghitung pengarunya secara bersama-sama adalah sub variable: menggunakan alat keselamatan yang rusak dengan odds ratio 6,577, dan bergurau ditempat kerja dengan odds ratio 6,331. Hal menarik dari penelitian didapat bahwa, bergurau ditempat kerja berisiko 6 kali untuk terjadinya kecelakaan dibandingkan yang tidak bergurau ditempat kerja.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Dea Dinamita, Idham Latif, Depi Yulyanti, Analisis Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Jurgan Kapal Dengan Penyediaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Anak Buah Kapal (Abk) dari http://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/5, diakses tanggal 2 Februari pukul 09.03.

Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu. 2014. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. Indramayu.

Dirjen Perhubungan Laut Indramayu. 2014. Keselamatan Kapal dan Nelayan Indramayu.

Dirjen Perhubungan Laut. 2004. Basic Safety Training. Cirebon : SMKN 1 Mundu Cirebon. Hal 37.

Eka Munendar, Studi Epidemiologi Kecelakaan Kerja Pada Nelayan Di Desa Karang Song Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Tahun 2011 – 2014. Skripsi, STIKes Indramayu, 2014

Dea Dinamita, Idham Latif, Depi Yulyanti, Analisis Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Jurgan Kapal Dengan Penyediaan Alat Pelindung Diri (Apd) Pada Anak Buah Kapal (Abk) dari http://ojs.stikesindramayu.ac.id/index.php/JKIH/article/view/5, diakses tanggal 2 Februari pukul 09.03.

Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu. 2014. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. Indramayu.

Dirjen Perhubungan Laut Indramayu. 2014. Keselamatan Kapal dan Nelayan Indramayu.

Dirjen Perhubungan Laut. 2004. Basic Safety Training. Cirebon : SMKN 1 Mundu Cirebon. Hal 37.

Eka Munendar, Studi Epidemiologi Kecelakaan Kerja Pada Nelayan Di Desa Karang Song Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Tahun 2011 – 2014. Skripsi, STIKes Indramayu, 2014

http/www. Kementrian Kelautan dan Perikanan.com. 2013. Diakses pada tanggal 23-12-2013 pukul 22:30.

http/www.ILO.com. 2013. Diakses pada tanggal 23-12-2013 pukul 22:

Ramli. 2010. Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Dan Kesehatan Kerja, Dian Rakyat, Jakarta. Hal. 30

I Gusti Lanang Putra, Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Nelayan Di Kota Mataram, 2002, diakses dari: http://repository.unair.ac.id/34946/

Unduhan

Diterbitkan

2020-06-30

Cara Mengutip

Latif, I., -, R., & Yulyanti, D. (2020). FAKTOR RISIKO KECELAKAAN KERJA NELAYAN. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 8(1), 43–56. https://doi.org/10.36973/jkih.v8i1.221

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>