MOTIVASI PELAKSANAAN LATIHAN ROM PADA PASIEN STROKE BERDASARKAN DUKUNGAN KELUARGA DI PUSKESMAS CILEDUG KABUPATEN CIREBON

Penulis

  • Dewi Erna Marisa STIKes Mahardika

DOI:

https://doi.org/10.36973/jkih.v8i1.203

Kata Kunci:

dukungan keluarga, pasien stroke, ROM

Abstrak

Penderita  Stroke di Dunia mengalami kecacatan dengan kecacatan permanen 52%, kecacatan ringan sebanyak 23% dan sebanyak 25% penderita stroke mampu  menghindari dari kecacatan setelah melakukan rehabilisasi. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kecacatan ialah dengan mengikuti program rehabilisasi dengan melakukan rentang gerak atau disebut Range Of motion (ROM).  Pelaksanaan ROM harus diikuti dan dilakukan secara rutin sehingga membutuhkan motivasi dari pasien dan motivasi itu dapat terbentuk dengan adanya dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa motivasi pelaksanaan latihan ROM pada pasien stroke berdasarkan dukungan keuarga.

Jenis penelitian yang digunakan ialah deskripsi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel 75 menggunakan  total sampling. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dan uji bivariat menggunakan uji analisis chi-square.

Berdasarkan  Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa motivasi pelaksanaan latihan ROM dipengaruhi oleh adanya dukungan keluarga. Saran disampaikan kepada perawat untuk melakukan konseling dan pendampingan pada keluarga supaya keluraga memberikan dukungan dalam pelaksanaan latihan ROM.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Brunner & Suddarth. 2013.Keperawatan Medikal-BedahEdisi 12. Jakarta: EGC.

Clarkson, H.M., dan Gail B. Gilewich.2012. MusculoskeletalAssessment: Joint Range of Motion and Manual Muscle Strength. Willams & Wilkins,Baltimore.

Hasibuan, Malayu S.P. 2011.Organisasi dan motivasi.Jakarta:Bumi Aksara.

Irfan, Muhammad, 2010. Fisioterapi Bagi Insan Stroke. Edisi Pertama. Penerbit. Graha Ilmu:Yogyakarta.

Kesehatan Kementerian RI. 2013.Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas). Badan Penelitian dan Pengembangan. KesehatanKementerian RI tahun 2013.,dari http://www.depkes.go.id .Diakses: 19 Maret 2018.

Lukman, dan Nurna Ningsih. 2012.Asuhan Keperawatan pada Kliendengan. Gangguan Sistem Muskuloskeletal Jakarta:Salemba Medika.

Nursalam. 2012. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta:Salemba Medika.

Ratna, W. 2010. Sosiologi dan antropologi kesehatan.Yogyakarta:Pustaka Rihama.

Sarafino, E. P. 2014. Health Psychology: Biopsychosocial Interactions Sixth Ed. United States: John Willey & Sons, Inc.

Schub, E & Caple, C. 2010. Stroke complication:post stroke depression. Diperoleh dari California: cinahl information system. Diakses pada tanggal 20 April 2018.

Sobur. 2009 . Psikologi Umum.Bandung : Pustaka Setia Bandung.

Sonatha, B. 2012. Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga dalam pemberian perawatan pasien pasca stroke.Skripsi. Universitas Indonesia.Jakarta.

Sunaryo. 2015. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Rom Terhadap Motivasi Keluarga Dalam Melakukan ROM Pada Pasien Stroke Infark Di Irna Seruni A RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi. Universitas airlangga.

Tamher & Noorkasimi. 2009.Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan. Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Tamnase, Jumaraini. 2013. Stroke & Pencegahannya. Identitas Universitas Hasanuddin.Makasar.

WHO. 2015. World Health Statistic Report 2014. Geneva: WorldHealth.

Unduhan

Diterbitkan

2020-06-30

Cara Mengutip

Marisa, D. E. (2020). MOTIVASI PELAKSANAAN LATIHAN ROM PADA PASIEN STROKE BERDASARKAN DUKUNGAN KELUARGA DI PUSKESMAS CILEDUG KABUPATEN CIREBON. JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA, 8(1), 97–103. https://doi.org/10.36973/jkih.v8i1.203

Terbitan

Bagian

Artikel