HUBUNGAN AKTIVITAS BERSAMA TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU KENAKALAN REMAJA DI SMK BHAKTI HUSADA KUNINGAN
DOI:
https://doi.org/10.36973/jkih.v8i1.198Kata Kunci:
Aktifitas, Kenakalan Remaja, Teman SebayaAbstrak
Kenakalan remaja (juvenile delinquency) merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, akibatnya remaja mengembangkan perilaku yang menyimpang. Salah satu faktor lain yang menjadi faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja adalah faktor pergaulan teman sebaya. Bergabungnya remaja dengan teman sebaya akan mengakibatkan adanya perubahan-perubahan. Perubahan yang terjadi adalah dalam hal aktivitas.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas teman sebaya dengan perilaku kenakalan remaja.
Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam peneitian ini adalah seluruh siswa di SMK Bhakti Husada Kuningan dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berjumlah 50 orang. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas teman sebaya pada kategori baik (42%) dan perilaku kenakalan remaja pada kategori rendah (48%). Hasil uji statistik diperoleh ρ value < α dengan nilai (p = 0,000) yang menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdapat hubungan antara aktivitas teman sebaya dengan perilaku kenakalan remaja Di SMK Bhakti Husada Kuningan.
Pentingnya fasilitas dalam rangka meminimalisir terjadinya kenakalan remaja dengan mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler baik pada bidang akademis maupunnon akademis.
Unduhan
Referensi
Abdul Aziz, S. A. (2019). Operational risk assessment model for marine vessels Abdul. Reliability Engineering and System Safety, 3.
Adam Charchalis, S. C. (2011). Analysis of fire hazard and safety requirements of a sea vessel engine rooms. Journal of KONES, 2-4.
Class, I. N. (2010). Guide For Risk Assessment. Guide For Risk Assessment, 3.
Harnoli Rahman, A. S. (2017). PENENTUAN FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KECELAKAAN KAPAL DI KESYAHBANDARAN UTAMA TANJUNG PRIOK. ALBACORE, 6.
Hilde Sandhaland, H. A. (2017). Effects of leadership style and psychological job demands on situation awareness and the willingness to take a risk: A survey of selected offshore vessels. Safety Science, 90.
IMO. (2002, 04 05). MEPC/Circ.392, p. 1.
IMO. (2002). GUIDELINES FOR FORMAL SAFETY ASSESSMENT (FSA) FOR USE IN THE IMO RULE-MAKING PROCESS. MSC/Circ.1023, MEPC/Circ.392, 54.
IMO. (2010). ISM Code White guidelines for its implementation 2014 Edition. London: IMO.
Juan-Chen Huang, C.-Y. N.-C. (2017). Risk assessment of ships maneuvering in an approaching channel based on AIS data. Ocean Engineering, 1.
Kantharia, R. (2020, 02 16). https://www.marineinsight.com/guidelines/a-guide-to-types-of-ships/. Retrieved from https://www.marineinsight.com: https://www.marineinsight.com/guidelines/a-guide-to-types-of-ships/
KNKT. (2020, 02 16). knkt.dephub.go.id/knkt/ntsc_maritime/maritime.htm. Retrieved from knkt.dephub.go.id/knkt/ntsc_maritime/maritime.htm: knkt.dephub.go.id/knkt/ntsc_maritime/maritime.htm
MIGAS, S. (2020, 02 16). https://www.skkmigas.go.id. Retrieved from https://www.skkmigas.go.id: https://www.skkmigas.go.id/assets/Annual%20Report/a257e562063921d9f1e43039029c81a6.pdf?__cf_chl_jschl_tk__=59f320247f357102996f5d7d3ff422c6b54dca59-1581855393-0-AVZO47YQbeEHCc0X0PL0QtcGg6RsFx-pxflB7R851aa94Sc4rj-z4sW5gUPJkwzuA133CAz35Ig1VubSXQsPv2e4w1QwnS
Prasodjo, W. D. (2020, 02 16). https://batamtoday.com/batam/read/142767/PLN-akan-Lebih-Masif-Manfaatkan-Pembangkit-Listrik-dengan-Bakar-Gas. Retrieved from https://batamtoday.com: https://batamtoday.com/batam/read/142767/PLN-akan-Lebih-Masif-Manfaatkan-Pembangkit-Listrik-dengan-Bakar-Gas
Ramli, S. (2010). Pedoman Praktis Manajemen Risiko Dalam Prespektive K3 OHS Risk Management. Jakarta: Dian Rakyat.
RI, P. (2012, 9 3). Tentang Manajemen Keselamatan Kapal. Permenhub RI No.45, p. 44.
RI, P. (2014, 12 31). Tentang Sarana Bantu dan Prasarana Pemandu Kapal. Permenhub RI No.93, p. 9.
System, S. M. (2019). Buku Petunjuk Darat ( SBM ). Jakarta: Company Safety Management System.
Tbk, P. P. (2020, 02 16). https://www.pgn.co.id/tentang-kami. Retrieved from https://www.pgn.co.id: https://www.pgn.co.id/tentang-kami
Ulku Ozturk, S. I. (2019). Evaluating navigational risk of port approach manoeuvrings with expert assessments and machine learning. Ocean Engineering, 2-5.
Undang, U. (2008, 05 7). Tentang Pelayaran. Undang-Undang RI No. 17, p. 205.
Y Kunieda, H. Y. (2015). Emergency Unberthing Without Tug Assistance. TransNav, the International Journal on Marine Navigation and Safety of Sea Transportation, 8.
Yunja Yoo, J. S. (2019). Evaluation of ship collision risk assessments using environmental stress and collision risk models. Ocean Engineering, 1.



