PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT (PERSEA AMERICANA [MILL]) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TM II DI PUSKESMAS SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU
DOI:
https://doi.org/10.36973/jkih.v7i2.169Kata Kunci:
alpukat, Eritrosit, hemoglobin, anemiaAbstrak
Anemia terjadi di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dan pada kelompok sosio-ekonomi rendah, yaitu pada 45 % wanita. Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu. Berbagai upaya dilakukan, namun belum menunjukkan hasil maksimal. Perlu upaya lain berupa pemberian jus alpukat untuk mengatasi anemia kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus alpukat terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah Quasi experimental design, dilaksanakan bulan November s.d. Desember 2017 di Puskesmas Sindang. Jumlah responden 33 ibu hamil trimester II, kadar Hb < 11 g/dL ditentukan dengan purposive sampling. Responden mengisi kuesioner, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar Hb 3 kali yaitu pre, hari ke-7, dan 14 setelah intervensi. Hasil penelitian ini yaitu kadar Hb rata-rata kelompok kontrol (p=0,441) sedangkan intervensi (p=0,023). Untuk jumlah eritrosit rata-rata pada kelompok kontrol (p=1,000) sedangkan intervensi (p=0,043). Simpulan peneltian ini adalah terdapat pengaruh positif pemberian jus alpukat selama 14 hari terhadap peningkatan kadar HB rata-rata.
Unduhan
Referensi
WHO. Maternal mortality (diunduh 15 Juli 2017). Tersedia dari:www.who.int/gho/maternal_health/mortality/maternal_mortality_text. 2014
Fatmah.Gizi dan kesehatan masyarakat. Jakarta: Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKM Universitas Indonesia. Raja Grafindo Persada; 2012.
Yuliarti N. Sehat, cantik, bugar dengan herbal dan obat tradisional. Yogyakarta: C.V Andi; 2009
Sahlan NU. Hubungan pola makan dengan status hemoglobin (Hb) Ibu Hamil di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Makassar: J Universitas Hasanuddin; 2012.
Kurniawan, RF. Khasiat dahsyat alpukat mengobati dan mencegah semua penyakit. Jakarta: Healthy Books Lembar Langit Indonesia; 2014.
Almatsier S. Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2011.
Adenkola AY, Kaankuka FG, Ikyume,TT, Ichaver IF, Yaakugh IDI. Asorbic acid effect on erythrocyte osmotic fragility, hematological parameters and performance of weaned rabbits at the end of rainy season in Makurdi, Nigeria. J Animal and Plant Sci. 2010;1(9):1077–85.
Agarwal KN, Gupta V,Agarwal S. Effect of maternal iron status on placenta, fetus and newborn. Int J Med Med Sci. 2013; 5(9):391−395.
Chang E, Daly J, Elliott D. Patofisiologi aplikasi pada praktik keperawatan, , Jakarta: EGC; 2010.
Achadi EL, Wiradnyani AA, Khusun H. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu mengonsumsi tablet besi-folat selama kehamilan. J Gizi dan Pangan. 2013; 8(1), hal.63−70.
Proverawati A. Anemia dan anemia kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.
Hoffbrand AV, Petit JE, Moss PAH, Kapita selekta hematologi Edisi ke-6. Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta, EGC; 2016.
Robert KM, Granner DK, Rodwell VW . Biokimia harper Edisi ke-29. Jakarta: EGC; 2009.
Soekirman, Ilmu gizi dan aplikasinya. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional; 2008.



